Connect with us

Diduga Bandar Sabu di Lubuklinggau Kembali Disidangkan Perdana Dengan Video conference 

Foto terdakwa Rasyd dan Ricki saat menjalani sidang melalui video conference

Kriminal

Diduga Bandar Sabu di Lubuklinggau Kembali Disidangkan Perdana Dengan Video conference 

LUBUKLINGGAU,LK- Diduga Bandar sabu di Kota Lubuklinggau yakni M Rasid alias Rasid (41) dan Ricki Andrian alias Riki (41).kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lubuklinggau dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (1/4/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam sidang perkara ini penuntut umum Nanda Hardika menghadirkan 4 orang saksi yakni 3 saksi dari aparat kepolisian Ricko, Ardi Nopa, Joni Jamaris dan satu saksi yang menyaksikan kedua terdakwa.

Persidangan sendiri diketuai majelis hakim Iman Santoso dan didampingi Hendri Agustian dan Ferdinaldo.

Saksi Ardi Nopa dihadapan hakim ia menjelaskan ia mendapat laporan masyarakat bahwa kedua terdakwa sering bertransaksi narkoba.

Lalu terdakwa Ricki Andrian berhasil ditangkap lebih awal beserta barang bukti narkoba, setelah di interogasi Ricki mengakui jika ia mendapatkan narkoba tersebut dari terdakwa Rasyd.

Petugas pun memanfaatkan terdakwa Ricki untuk lakukan pemancingan dan berpura-pura membeli kembali narkoba kepada Rasid, sehingga petugas berhasil menangkap Rasyd dirumahnya.

Tetapi saat di geledah dirumahnya tidak ditemukan barang bukti narkoba.

Hakim kembali bertanya kepada terdakwa Rasyd melalui via video conference pernah tidak memberikan barang narkoba tersebut kepada Ricki, tetapi terdakwa Rasyd menyangkal bahwa dia tidak perna memberikan barang narkoba jenis sabu tersebut kepada Ricki yang tertangkap tersebut namun kalau sebelumnya dahulu pernah ada memberikan barang.

Sementara Ricki tetap mengakui bahwa ia mendapatkan barang narkoba tersebut dapat dari Rasyd.

Namun saat itu saksi membenarkan hanya bertugas menangkap dan tidak menggeledah rumah Rasid yang saat itu tidak di temukan barang Bukti. Yang di temukan barang bukti hanya di rumah Riki. Menurut RIki barang itu hanya untuk di pakai sendiri bukan untuk di jual.

“dari hasil keterangan saksi hari ini belum gampang di ambil, karena agenda sidang berikutnya akan di lanjutkan pada Rabu (8/4) masih menghadirkan saksi aparat Kepolisian yang saat itu lakukan penggeledahan yakni Joni Jamaris namun saksinya masih tahap Sekolah di SukaBUmi” Ungkap penuntut umum Nanda.

Untuk di ketahui penangkapan kedua terdakwa berdasarkan dalam pers rilis Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono kejadian bermula pada Jumat (03/01/2020) sekira pukul 19.00 WIB berawal dari penangkapan Ricky Alias Citol (31) warga gang makruh Kelurahan Bandung kiri,Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Dari rumah terdakwa ditemukan barang bukti lima bungkus plastik yang berisikan narkoba diduga jenis Sabu, kemudian Tim yang dipimpin Kasat Narkoba Iptu Sopian Hadi langsung mengembangkan dan melakukan pengejaran terhadap Pemilik awal/Penjualnya (Bandar).

Kemudian Minggu (05/01/2020), Satres Narkoba berhasil mengamankan M.Rasid (41) yang merupakan salah satu target operasi kita yang merupakan warga Jalan Yos Sudarso Rt 01 Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, diamankan berdasarkan pengembangan kasus narkoba yang menjerat saudara Ricky sebelumnya.

Dilanjutkan Kapolres, barang bukti yang diamankan dari kasus ini yaitu narkoba jenis sabu seberat 1,54 gram, dompet hitam, beberapa plastik klip kosong, 3 unit Hand Phone.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top