Connect with us

Babak Baru, Kasus Bawaslu Muratara Jaksa Tetapkan Lima Tersangka

Foto Ketua Bawaslu Muratara saat menggunakan rompi tahanan dan menutupi wajahnya dengan jaket agar tak menjadi target kamera para wartawan

Kriminal

Babak Baru, Kasus Bawaslu Muratara Jaksa Tetapkan Lima Tersangka

LINGGAUKLIK-Tiga Komisioner Bawaslu Muratara, bersama dua staf Bendahara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi penyimpangan bantuan dana hiba dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, Kamis (7/4/2022).

Kelima tersangka datang ke Kejaksaan Lubuklinggau untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Sebelum menjadi tersangka, kelima tersangka sempat sholat Dzuhur berjamaah di Musholah Kejaksaan

Setelah menjalani pemeriksaan sekitar kurang lebih lima jam di ruang tindak pidana khusus (Pidsus), satelah keluar dari ruang pidsus, kelimanya sudah menggunakan rompi tahanan. Dan digelandang petugas menuju ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.

Kelima tersangka menaiki satu unit mobil tahanan milik Kejaksaan guna menuju ke Lapas Lubuklinggau. Nampak saat digelandang kelimanya terlihat menutupi wajahnya dari kejaran awak media.

Kelima tersangka tersebut, yakni MN Ketua Bawaslu, dua Komisioner berinisial MAA dan PL, serta Bendara berinisial SZ bersama Staf bendahara berinisial KRP.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, melalui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Yuriza Antoni, mengatakan kelimanya terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana Korupsi bantuan dana Pemerintah Kabupaten Muratara yang bersumber dari APBD tahun 2019 dan tahun 2020 sebesar Rp.9.200.000.000.

“Jadi pada hari ini penyidik telah melaksanakan pemeriksaan saksi dalam perkara penimpangan bantuan dana hibah dari Pemkab Muratara,”kata Yuriza Antoni kepada wartawan.

Akibat dari perbuatan tersangka lanjut Yuriza, dari hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 2.514.800.079.

Kemudian Kata dia, setelah diperiksa hampir lima jam sebagai saksi, selanjutnya kelimanya ditetapkan sebagai tersangka. Setelah ditetapkan tersangka, kelimanya kemudian dititipkan ke Lapas Lubuklinggau dan ditahan selama 20 hari kedepan guna proses penyidikan.

Untuk barang bukti terang Yuriza, penyidik sudah menyita berapa dokumen. Sedangkan untuk pasal.yang disangkakan yakni pasal 2 dan pasal 3 nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Yuriza menjelaskan, sebenarnya hari ini ada delapan saksi yang dipanggil guna pemeriksaan, namun tiga orang saksi Koordinator Sektaris(Korsek) tidak hadir atau mangkir dari panggilan penyidik.

“Karena mangkir nanti penyidik akan menjadwalkan agenda pemanggilan berikutnya sebagai saksi,”ujarnya.

Oleh sebab itu Yuriza berharap kepada ketiga saksi yang tidak hadir, agar bersifat kooperatif untuk memenuhi panggilan penyidik. Sebab tegas dia, apabila dipanggilan ketiga mereka tetap tidak kooperatif, maka akan diupayakan penjemputan paksa.

“Mereka sudah dua kali diapnggil namun selalu mangkir, oleh karena Senin nanti ketiganya akan kita panggil kembali, jika tetap tak hadir akan kita upayakan jemput paksa,”tandasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2022

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Kriminal

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top