Connect with us

Lembaga Adat Ikuti Musda

Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Disbudpar Mura, Emiliana

Culture

Lembaga Adat Ikuti Musda

*Lestarikan Adat Istiadat Mura

MUSI RAWAS LK-Guna meningkatkan kembali peran serta sekaligus melestarikan kembali adat istiadat di seluruh kabupaten/kota Sumatera Selatan (Sumsel), yang vakum dan hilang ditelan jaman.

Dewan Adat Sumsel mengelar Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Adat Sumatera Selatan. Khusus Kabupaten Mura mengirimkan Penasehat Adat dan Lembaga Adat untuk mengikuti musda tersebut.

Musda tersebut mengusung tema “Melalui Rembuk Adat Kita Revitalisasi Kelembagaan Pembina Adat Menunju Sumsel Maju Untuk Semua”.

Pelaksanaan Musda dilaksanakan selama dua hari yakni, Kamis (26/12/2019) dan Jumat (27/12/2019), di Di Hotel Swarna Dwiva Palembang.

Hal ini dibenarkan, Kepala Disbudpar Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono melalui Kabid Kebudayaan, Hamam Santoso didampingi Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Emiliana saat dimintai keterangan diruang kerjanya, Kamis (26/12/2019).

“Ya, hari ini Penasehat Adat dan Lembaga Adat yang baru dilantik kemarin kami ikut sertakan dalam Musda tersebut,” kata Emil sapaanya.

Emil menjelaskan, dimana Musda ini setiap kabupaten/kota di Sumsel diminta mengirinkan dua orang perwakilan yang mewakili satu Penasehat Adat dan satu Lembaga Adat.

“Maka dari itula, untuk Penasehat Adat diwakili oleh Bapak H Ruseno dan Lembaga Adat diwakili Bapak H Abasuni Ali,” jelas Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan, Musda ini diselenggarakan lantaran adat istiadat di daerah masing-masing masih ada hanya saja mulai vakum.

Mak dari itu, gubernur melalui Dewan Adat Sumsel dari setiap penasehat adat dan lembaga adat didaerah-daerah untuk kembali mengangkat adat istiadat masing-masing.

Selanjutnya, kepada penasehat adat dan lembaga adat untuk melakukan pendataan dan dicari informasi registernya hingga nantinya akan dikembangkan lebih baik lagi.

“Jadi Musda ini berkaitan dengan tugas dan fungsi mereka setelah usai dilantik kemarin, yakni melakukan pelestarian dan pengembangan budaya masing-masing. Sebab mereka adalah ujung tomba mengenai adat istiadat di daerah tempat tinggal,” tutur wanita berjilbab ini.

Emil menambahkan, salah satu contoh seperti adat Sedekah Bumi dilakukan warga, sebelum melakukan hal itu, minimal penasehat adat dan lembaga adat mengetahui arti, makna dan tujuan dari Sedekah Bumi tersebut, bukan hanya melakukan-melakukan saja.

“Sebab, nantinya baik arti, makna dan tujuan dari perayaan tersebut akan dilaporkan ke Disbudpar,” tutupnya.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Culture

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top