Connect with us

Bupati Lantik 1.009 Penasehat dan Pengurus Lembaga Adat

LANTIK - Bupati Mura, H Hendra Gunawan melantik pengurus Lembaga Adat dan Penasehat Adat periode 2019-2022 se-Kabupaten Mura di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas (Mura) di Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (19/12/2019).

Culture

Bupati Lantik 1.009 Penasehat dan Pengurus Lembaga Adat

MUSI RAWAS LK-1.009 pengurus Lembaga Adat dan Penasehat Adat periode 2019-2022 se-Kabupaten Mura dilantik oleh Bupati Mura, H Hendra Gunawan.

Pelantikan tersebut digelar di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas (Mura) di Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (19/12/2019).

Hal tersebut bertujuan, selain menginventarisir budaya dan adat juga untuk mengembangkan dan melestarikan budaya serta adat asli Kabupaten berselogan Bumi Lan Serasan Sekantenan ini.

Tak hanya itu, di moment bersamaan sebelum pelatikan, 1.009 penasehat adat dan lembaga adat tersebut mendapat pembekalan dari Disbudpar Sumsel, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) dan juga Polres Mura. Dilaksanakan juga penyerahan bantuan alat kesenian kepada enam sanggar seni di Kabupaten Mura.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua TP PKK Mura, dr Hj Noviar Marlina Gunawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mura, Syamsul Joko Karyono beserta jajarannya, serta jajaran pejabat dan camat dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura.

Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan, pelantikan penasehat dan Pengurus Lembaga Adat memang sudah direncanakan.

Bupati berharap, dengan dilantikan 1.009 penasehat dan lembaga adat se-Kabupaten Mura ini dapat membantu pembangunan Kabupaten Mura, dengan berbagai macam cara, salah satunya menyelesaikan permasalahan dan persoalan di tengah-tengah masyarakat dengan posisinya sebagai penasehat dan lembaga adat.

“Juga diharapkan sesuai dengan tupoksinya, mereka bisa memberikan nasihat kepada masyarakat, sehingga visi dan misi Mura Sempurna, yakni Nyaman dan Aman dengan bantuan para penesehat ini akan lebih baik kedepan. Karena semuanya tidak bisa diselesaikan dengan hukum,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Kabupaten Mura termasuk daerah yang kaya akan budaya dan adat istiadatnya. Namun pada kenyataannya saat ini banyak budaya dan juga adat yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

“Untuk itu, inilah tugas kita bersama-sama untuk menata ulang dan melestarikan adat istiadat asli Kabupaten Mura dengan mengajarkannya kepada para generasi penerus kita,” kata H2G

Sementara itu, Kepala Disbudpar Mura, Syamsul Joko Karyono mengatakan, pembentukan penasehat dan lembaga adat yang berdasarkan undang-undang (UU), peraturan daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup) serta surat keputusan Bupati, dengan tujuan untuk meleastarikan kebudayaan di Kabupaten Mura, memberikan kesempatan kepada para penesehat dan lembaga adat untuk berperan dalam pembangunan karakter masyarakat yang sesuai dengan budaya lokal.

Selain itu juga, dengan adanya penasehat dan lembaga adat ini dapat membantu pemerintah dalam menginventarisir budaya serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budaya yang terdiri dari berbagai macam serta memperteguh dan memperkokoh keberagaman di Kabupaten Mura.

“Kepengurusan penesehat adat sebanyak 14 orang yang merupakan perwakilan dari 14 kecamatan, kemudian kepengurusan lembaga adat desa/kelurahan yang berasal dari 13 kelurahan dan 186 desa dengan masing-masing satu desa/kelurahan 5 orang. Total seluruhnya 1.009 orang yang terdiri dari penesehat adat sebanyak 14 orang, lembaga adat keluarahn sebanyak 65 dan lembaga adat desasebanyak 930 orang,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Adat Kabupaten, Ruseno menyampaikan, penasehat dan lembaga adat yang dibentuk berdasarkan undang-undang (UU) dan juga peraturan turunannya, dengan tujuan untuk mengembangkan dan melestarikan budaya kearaifan lokal agar tetap terlestarikan di tengah-tengah era globalisasi.

“Untuk itu, kami siap melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai penesehat adat dan lembaga adat Kabupaten Mura, dan turut melakukan iventarisir adat istiadat asli Kabupaten Mura serta membina kemitraan dengan pemerintah desa, kelurahan dan masyarakat, Kemudian membantu pemerintah dalam membina, melindungi dan mengambangkan dan melestarikan adat istiadat yang ada, serta siap menyelesaikan perselisihan adat dan istiadat yang terjadi dilingkungan masyarakat desa dan kelurahan,” tutup Ruseno.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Culture

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top