Connect with us

Angkat Adat Istiadat Mura, Lembaga dan Penasehat Adat Ikuti Lomba

Culture

Angkat Adat Istiadat Mura, Lembaga dan Penasehat Adat Ikuti Lomba

*Kadisbudpar : Agar Di Kenal Masyarakat

MUSI RAWAS LK-Pegawai Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Musi Rawas (Mura), akan mengikuti lomba dalam ajang, Pekan Adat Sumatera Selatan (Sumsel), Tahun 2020.

Dimana lomba tersebut diikuti 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel yang akan di laksanakan di Taman Bukit Siguntang Palembang, sekitar pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB, mulai tanggal, 12 September hingga 17 November 2020.

Dimana, informasi Pekan Adat Sumsel Tahun 2020, tersebut didapatkan dari informasi, Ketua Umum Dewan Adat Provinsi Sumatera Selatan, Albar Subari, SH. SU dengan mengusung tema tentang, ” Tradisi Lisan Dalam Daur Hidup Manusia”, dan semangat, ” Perlindungan Budaya Dalam Keberagaman dan Persatuan Bangsa”.

Hal tersebut di benarkan, Kepala Disbudpar, Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono didampingi Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Emiliah, Senin (7/9/2020).

“Iya, Kabupaten Mura, melalui Disbudpar diwakili satu penasehat adat dan satu lembaga adat akan mengikuti lomba tersebut,” kata Djoko didampingi Emil sapaanya.

Djoko menjelaskan, sebenarnya lomba tersebut ada sembilan item (macam lomba), diantaranya, pertama Rembuk Adat 17 Kab/Kota Se Sumsel, Pergelaran Tradisi Lisan, Lomba Melukis Model Dalam Pakaian Adat, Karnaval Busana Adat Masyarakat Sumsel.

Kemudian, Lomba Permainan Rakyat, Pelatihan Aksara (Kaganga, Jawi, Pallawa), Pagelaran Lagu-lagu Pop Daerah, Demo Lukis dan Lomba Musikalisasi dan Baca Tulis SLTA.

“Namun, Kabupaten Mura, mengikuti lomba, Rembuk Adat 17 Kab/Kota Se Sumsel, dikarenakan terkendala pendanaan akibat dampak covid 19,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, adapun satu penasehat adat yang mengikuti lomba yakni, H Suseno sedangkan lembaga adatnya yakni, H Abasuni Ali.

Secara singkat, penasehat adat dan lembaga adat ini nantinya, akan mengangkat adat istiadat di desa yang ada di Kabupaten Mura, yang selama ini tidak dikenal, dan nantinya akan dirembukkan dalam lomba tersebut kemudian diangkat sehingga dikenal masyarakat.

Salah satu contohnya, adat perkawinan yang selama ini ada dua marga yakni sindang dan musi, lantaran marga musi itu cakupannya luas bukan hanya di Mura.

“Maka disahkan sesuai keputusan bersama dengan dewan adat maka marga sindang,” tuturnya.

Ia menambahkan, lomba ini muncul dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru bersama dengan Dewan Adat Provinsi Sumsel.

Selain itu, juga pada 2019 lalu, di Kabupaten Mura, telah membentuk dan study banding serta pertemuan dengan gubernur guna pembahasan adat istiadat di 17 kabupaten/kota se Sumsel.

“Maka, dari itula diadakan lomba ini, tidak lain untuk memunculkan dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan adat istiadat di setiap daerah dan salah satunya adat istiadat dan kebudayaan yang sampai saat ini masih dilakukan yakni di Kabupaten Mura dan OKU Timur,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Culture

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top